Haul Ke-6 Mengenang KH. Tholchah Yang Berjuang Melalui Pendidikan

Skamtech News. Kamis 29 Mei 2025 Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari menggelar Pengajian Umum dan doa untuk para masyayikh pendiri dan perintis Yayasan dalam rangka acara puncak Haul ke-6 almaghfurlah Prof. Dr. KH. Moch. Tholchah Hasan, di Lapangan SMK Plus Almaarif Singosari, Kabupaten Malang. Ribuan jamaah dan tokoh penting dari berbagai kalangan turut hadir untuk mengenang jasa besar Prof. Dr. KH. Tholchah Hasan, seorang tokoh nasional yang dikenal sebagai ulama, pendidik, sekaligus mantan Menteri Agama Republik Indonesia.

Acara Haul ke-6 almaghfurlah KH. Moch. Tholchah Hasan dan doa untuk para masyayikh pendiri, perintis Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari di awali dengan ziarah dan tahlil di Maqbaroh Bungkuk pada Hari Rabu 28 Mei 2025 dengan di hadiri tokoh-tokoh singosari dan Yayasan serta siswa/siswi i lngkunan Yayasan pendidikan almaarif singosari dengan jumlah kurang lebih 300. Pada hari Kamis 29 Mei 2025 di awali pagi Khotmil Quran di nDalem Almarhum yai Tolhah Hasan dan sore sekitar jam 14.00 Kirab Santri dengan Finish di SMK Plus Almaarif Singosari.

Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, KH. Anas Noor, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara haul tersebut. “Alhamdulillah, kita patut bersyukur kepada Allah SWT atas karunia-Nya, sehingga kita bisa berkumpul dalam rangka haul almaghfurlah Romo KH. Tholchah Hasan serta doa bersama untuk para masyayikh. Ini momentum penting untuk mengenang jasa-jasa besar beliau yang telah berkontribusi dalam dunia pendidikan, dakwah, dan perjuangan umat,” katanya.
KH. Anas Noor menambahkah bahwa kawasan Singosari memiliki kekayaan spiritual dan sejarah yang luar biasa, salah satunya adalah keberadaan makam dua mantan Menteri Agama RI yang berdampingan, yakni KH. Masjkur dan KH. Tholchah Hasan, yang berada di kawasan Bungkuk. “Tidak ada tempat lain di Indonesia yang makam dua Menteri Agamanya berdampingan seperti di Bungkuk Singosari.
Selain itu, di sana juga ada makam para auliya, seperti Mbah KH. Hamimuddin, pasukan Pangeran Diponegoro yang juga perintis Pesantren Bungkuk, dan menantunya Mbah Thohir yang sejaman dengan mbah KH. Hasyim Asy’ari,” tambahnya. Gus Anas panggilan akrabnya berharap melalui peringatan haul ini, masyarakat semakin mengenal keistimewaan Singosari dan menjadikannya sumber inspirasi serta kebanggaan lokal.
“Kami berharap ke depan bisa didirikan museum kecil di Bungkuk agar generasi muda dan masyarakat umum bisa mengetahui peninggalan sejarah dan perjuangan para masyayikh,” harapnya.

Sambutan Wakil Bupati Malang, Nyai Hj. Lathifah Shohib dalam Peringatan Haul ke-6 almaghfurlah Prof. Dr. KH. Moch. Tholchah Hasan

Wakil Bupati Malang, Nyai Hj. Lathifah Shohib dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengenang jasa para ulama sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka terhadap bangsa dan umat. “KH Tholchah Hasan bukan hanya tokoh agama, tetapi juga tokoh nasional, politikus, dan pendidik yang layak kita teladani. Haul ini menjadi sarana untuk terus menghidupkan nilai-nilai perjuangan beliau,” tuturnya.
Nyai Lathifah juga membagikan kisah kedekatannya secara personal dengan almarhum KH. Tholchah Hasan, yang dikenal akrab dengan lingkungan Nahdlatul Ulama dan memiliki semangat tinggi dalam membangun dunia pendidikan, termasuk keterlibatannya dalam perintisan Universitas Islam Malang (UNISMA).
“Alhamdulillah, saat saya masih kuliah, saya pernah diajak oleh ayah untuk bersilaturahmi ke Kantor Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari. Ayah saya dan KH. Tholchah Hasan tampaknya bersahabat sejak nyantri bersama di Pesantren Tebuireng, dan insyaallah keduanya juga sama-sama menjadi pengurus Nahdlatul Ulama. Kami diterima langsung oleh beliau,” ujarnya.
Ia juga menceritakan kenangan almarhum suaminya yang juga pernah diajak oleh KH. Tholchah untuk mengajar bersama di Fakultas Tarbiyah wat Ta’lim, baik di Singosari maupun di Universitas Islam Malang (Unisma), pada masa awal perintisan pendirian. “Bagi saya, hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Orang-orang terdekat dalam hidup saya ternyata menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan dan dedikasi KH. Tholchah Hasan,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof. Dr. H. Mas’ud Said, juga memberikan testimoni manaqib (kisah-kisah teladan) KH. Tholchah Hasan, mengulas kiprah beliau sebagai intelektual sekaligus pejuang umat yang konsisten menebar manfaat.

Suasana haul semakin semarak dengan penampilan grup sholawat Zanzibar Arabian dan Jogo Rekso Budoyo yang menyemarakkan malam penuh doa tersebut. Sejumlah tokoh penting juga turut hadir, antara lain Nyai Hj. Solichah Noor (istri almarhum KH. Tholhah Hasan), Gus M. Hilal Fahmi (putra KH. Tholchah Hasan), Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, dan KH. M. Anas Basori Alwi, dan lain sebagainya.

Menurut Ketua Panitia, Sudiarto, S.Pd., S.Kom, peringatan haul tahun ini merupakan bentuk nyata rasa hormat santri kepada sang guru dan ulama besar.
“Kami bersama NWC NU Singosari dan seluruh elemen masyarakat menyelenggarakan haul ini sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada KH. Tholchah Hasan. Sekitar 1.500 santri hadir dari berbagai daerah, termasuk 800 santri dari Pondok Romo Yai Syukron, serta tamu dari Jakarta, Mojokerto, dan Sidoarjo,” ujarnya.
KH. Tholchah Hasan dikenal sebagai intelektual muslim yang menjembatani antara dunia akademik dan pesantren. Salah satu warisan nyatanya adalah berdirinya SMK Plus Al-Ma’arif, yang kini menjadi lembaga pendidikan representatif di wilayah Singosari.
“Kami berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar perjuangan beliau dalam dunia pendidikan dapat terus berlanjut dan berkembang demi masa depan bangsa,” pungkas Sudiarto.

Comments (0)
Add Comment